Delapan Kesalahan Naskah Fiksi Pemula by @clara_ng

Credit: senjaya.net

Photo Credit: senjaya.net

Artikel ini adalah artikel yang sempat tertunda lama untuk saya tulis, he.😀 Tadi saya iseng membuka lagi folder tip menulis yang berisikan file-file tip menulis dari berbagai sumber yang ada di netbook saya. Dulu saya memang berniat mau membaginya di sini. Ya, sekaligus sebagai back up kalau nanti file-nya tidak bisa dibuka atau saya lupa menyimpannya di mana. Jadi, saya cukup membuka blog saya saja kalau mau membacanya lagi, hehe.

Saya mendapat ilmu baru ini (kalau tidak salah) dari Twitter-nya Clara Ng, empat tahun lalu. Di Twitter saya mem-follow cukup banyak penulis Indonesia yang suka berbagi pengalaman pun ilmunya seputar dunia tulis-menulis. Nah, salah satunya adalah penulis favorit saya, Clara Ng. Di samping saya memang senang meng-copy paste-nya ke Ms. Word, kadang juga saya merangkumnya di Chirpstory saya. Ya, lagi-lagi hanya agar kelak bisa saya baca kembali.

Sebagai penulis pemula sudah tentu kita suka bingung bagaimana membuat naskah yang baik, atau kita tidak tahu di mana letak kesalahan yang ada pada naskah kita. Saya pun masih sering merasakan hal yang sama kok. Alhamdulillaah dari ilmu yang pernah dibagikan Clara Ng―juga penulis-penulis lainnya―saya bisa (terus) belajar membuat tulisan yang menarik.

Berikut delapan kesalahan naskah fiksi pemula menurut Clara Ng:

Continue reading

[Wisata Alam] Memanjakan Diri di Farm House Lembang

Data Tempat Wisata Alam
Nama Tempat Wisata Alam: Farm House Lembang

Alamat: Jln. Raya Lembang No. 108 Lembang, Bandung (di pinggir jalan terdapat tulisan Farm House Susu Lembang)

Jam Operasional: 09.00-21.00 WIB (weekday), 09.00-22.00 WIB (weekend)

Harga Tiket Masuk (Desember 2015): Rp 20.000,-/orang (dapat ditukar dengan susu murni atau sosis bakar)

Harga Makanan di Restoran: Rp 25.000 – Rp 150.000 (harga dapat berubah sewaktu-waktu)

Tiket Parkir: Rp 10.000,- (mobil) dan Rp 5.000,- (motor)

Telepon: 022-82782400

Masa libur panjang telah tiba. Bagi saya, hal yang paling menyenangkan ketika liburan (atau akhir pekan) tiba adalah mengunjungi tempat-tempat yang menarik dan baru. Salah satunya adalah mengunjungi tempat wisata alam baru yang saat ini sedang menjadi perbincangan khalayak ramai, Farm House Lembang. Tempat wisata baru yang terletak di daerah Lembang ini merupakan tempat rekreasi yang amat wajib dikunjungi oleh para wisatawan, baik lokal maupun domestik. Berlokasi di jalan Raya Lembang No. 108 Lembang, Bandung, Farm House Lembang mengusung tema pedesaan di Eropa. Dengan hawa yang sejuk dan suasana yang asri, Farm House Lembang mampu menyejukkan mata, hati dan pikiran para pengunjungnya.

Tempat wisata milik Perry Tristianto, yang juga pemilik dari Floating Market, Rumah Sosis, De’Ranch, dan lain-lain ini menawarkan begitu banyak pemandangan alam pedesaan yang mengagumkan. Setiap sudutnya dapat dijadikan sebagai spot untuk mengabadikan momen kebersamaan bersama kekasih, sahabat maupun keluarga. Tidak perlu khawatir bila kamu membawa keluargamu yang sudah lanjut usia karena banyak sekali tempat duduk yang disediakan di sini. Jadi, ketika lelah pun kita bisa beristirahat sejenak sebelum meng-explore lebih jauh seluruh sisi Farm House Lembang. Berikut beberapa spot yang sempat aku abadikan dalam bentuk foto:

Continue reading

[Book Review] Konspirasi Alam Semesta by Fiersa Besari

Konspirasi Alam SemestaJudul Buku: Konspirasi Alam Semesta

Penulis: Fiersa Besari

Penerbit: More Creative House Production

Cetakan 1: Juli 2015

Bahasa: Indonesia

ISBN: –

Halaman: 118 halaman

Harga Albook: Rp 80.000,- (sudah termasuk album Konspirasi Alam Semesta)

Rating: 4/5

Review

Konspirasi Alam Semesta (Kolase) merupakan karya teranyar berbentuk albook dari seorang musisi indie Bandung bernama Fiersa Besari. Sebuah album yang berisikan empat belas lagu, yang mana keempat belas lagu tersebut tergambar dalam buku—dengan judul yang sama—yang berisikan cerita-cerita yang berkelanjutan. Kolase adalah albook yang enggak cuma bertemakan tentang percintaan, tetapi juga tentang kawan, keluarga, perjuangan dan perjalanan.

Buku ini berkisah tentang seorang jurnalis bernama Juang Astrajingga yang jatuh cinta dengan seorang gadis bernama Ana Tidae. Perjumpaan mereka yang tak disengaja telah membuat hati Juang enggak tenang. Dan bukanlah hal yang mudah bagi Juang untuk dapat menjadi kekasih Ana. Banyak hal yang dialami oleh mereka untuk dapat bersatu. Kisah dua tokoh utama dalam buku ini amat menginspirasi dan mengajarkan saya banyak hal.

Waktu awal baca saya enggak mikir kalau Juang itu penulis sendiri. Tapi, setelah menemukan kata-kata Ruangan Imajinasi, saya jadi membayangkan kalau Juang itu si penulis. Bagi sebagian orang yang tahu Ruangan Imajinasi itu apa, mungkin akan berpikir hal yang sama. Alasan lain saya adalah karena cara Juang ‘berbicara’ sama seperti tulisan-tulisan yang pernah penulis buat. Entah itu tweets, caption di Instagram, atau status di LINE (dulu). Apalagi ditambah adanya syair di tiap-tiap bab yang bikin saya memposisikan Juang itu penulis sendiri. Namun, terkadang saya juga merasa kalau Juang itu ada, dan bukan si penulis.

“Namun, ‘rasa’ memang punya jalannya sendiri. Ia tak serta-merta hadir untuk diutarakan. Kadang, ‘rasa’ hanya untuk dinikmati dalam kesendirian, denga setumpuk harapan.” –  Bab Konspirasi Alam Semesta halaman 7

“Beberapa rindu memang harus dibiarkan menjadi rahasia. Bukan untuk disampaikan, hanya untuk dikirimkan lewat doa.” – Bab Kau halaman 12

“Masa lalu, sepahit apapun itu, bukanlah untuk dilupakan, melainkan untuk diingat dengan persepsi yang tidak menyakitkan. – Bab Juara Kedua halaman 21

Continue reading

[Una’s Journal] Gathering Nasional Pecandu Buku

Hi, Guys! Sebelumnya, terima kasih banget buat kalian yang sudah, lagi, ataupun baru mampir ke blog ini. Juga buat kalian yang baru dan sudah lama follow blog ini, nuhun pisan! :’) Tanpa kalian blog ini pastinya bakal sepi dan akhirnya (mungkin) hilang karena sudah hampir setahun enggak terurus. Maaf, ya?😦 Kelak enggak cuma blog buku saya saja yang akan di-update, tapi juga blog ini. InshaAllah.😀

Photo by: Fiersa Besari

Photo by: Fiersa Besari | In frame (atas-bawah, kiri-kanan): Vini, Indah, Tiara, Mega, Rima, Anggir, Aw, Mia, Chamy, Annisa, Bung Fiersa, Arni, Rifky, Gelar, Adek, Anna, dan saya.

Sebagai posting-an pembuka setelah sekian lama enggak ada posting-an baru, saya akan bercerita tentang kesan saya ketika bertemu dengan Kawan-kawan dari komunitas Pecandu Buku pada tanggal 11 Oktober kemarin. Kawan-kawan baru yang cinta buku dan cinta baca, sama seperti saya. Kawan-kawan yang saat baru pertama kali bertatap muka pun sama hangatnya seperti ketika satu bulan yang lalu, sekitar tanggal 20-an September 2015, saya bergabung di grup Line-nya dan disambut dengan sangat hangat oleh semua anggotanya. ♥

Siang itu begitu panas terik. Saya bersama satu orang teman bernama Annisa, berjalan kaki dari rumah saya menuju tukang es goyobod yang terkenal karena harganya yang murah dan rasanya yang enak. Letaknya ada di seberang SMKN 4 Bandung. Kami janjian bertemu di sana dengan teman kami yang lain yaitu Mega. Tanpa sengaja ketika saya dan Annisa sampai di depan masjid, kami melihat Mega dan temannya, Rima, dari kejauhan. Kami pun akhirnya bersama-sama menuju tukang es goyobod. Hanya saya dan Annisa yang berjalan kaki karena Mega dan Rima naik motor. Agak curang, ya? Haha.

Continue reading

[Kuliner] Berburu Kancing di Buttons Eatery

Follow my blog with Bloglovin
IMG_20141130_230505Data Restoran
Nama Restoran: Buttons Eatery
Alamat: Jl. Pelajar Pejuang No. 72 (Sebelah Salon Roger), Bandung.
Harga:

  • Western Favourite Rp 42.000,- – Rp 68.000,-
  • Asian Delight Rp 29.000,- – Rp 70.000,-
  • Beverages Rp 8.000,- – Rp 28.500,-
  • Dessert Rp 15.000,- – Rp 29.000,-

Review
Kemarin aku dan keluargaku berkunjung ke sebuah restoran baru bernama Buttons Eatery untuk pertama kalinya. Ketika membaca namanya setiap kali melewati restoran tersebut aku berpikir, ‘buttons? Buttons kancing?’ dengan rasa penasaran—ingin mencoba makan di sana–yang gak hilang-hilang. Dan, saat kemarin udah agak kenyang tapi masih pengin ngemil, akhirnya kita memutuskan untuk nyoba makan di Buttons Eatery.😀

Kembali ke nama, menurutku nama restoran tersebut amat unik ditambah dengan desain interiornya yang bakal bikin kamu terkagum-kagum. Kenapa? Karena dari frame yang ada di dinding sampai dengan makanannya, kamu pasti bakal menemukan kancing-kancing. Sesuai dengan namanya, Buttons Eatery adalah restoran yang dipenuhi dengan kancing. Unik banget! Menurutku, ide sang pemilik restoran benar-benar keren. (y)

Restoran yang terletak di Jl. Pelajar Pejuang No. 72, Bandung ini, memiliki tagline “Love, Live…, Enjoy!“ (semoga aku gak salah ya, haha). Tagline yang simpel dan mudah diingat. Sekarang rasanya gak lengkap kalau di restoran baru kita gak menyempatkan diri untuk foto-foto–selain foto makanan yang kita pesan tentunya, hehe. Terlebih bila restoran tersebut punya spot yang bagus untuk berfoto ria. Nah, buat yang suka foto, setiap sudut Buttons Eatery bisa untuk foto karena interiornya yang cantik, keren dan unik. Seperti foto di bawah ini yang bakal langsung kamu lihat begitu kamu masuk ke restoran. Keren ya?

Buttons Eatery

Buttons Eatery

Continue reading

Tip Mencerahkan Kulit Siku dan Lutut yang Hitam by @dr_reisa & @ryanthamrin

shutterstock

shutterstock

Beberapa hari lalu sebelum pergi keluar–saya lupa tepatnya hari sabtu atau minggu–, saya sempat menonton salah satu acara di Trans TV yang menurut saya sangat bermanfaat dan bagus yaitu DR. OZ Indonesia. Nah, kebetulan pas saya nonton, saat itu host-nya, dr. Reisa dan dr. Ryan Thamrin, lagi mau membagikan tip mencerahkan kulit siku dan lutut yang hitam dengan bahan-bahan alami.

Buat kita-kita terutama cewek pasti sering dong merasa nggak oke dan nggak pede kalau siku dan lutut kita warnanya berbeda dengan kulit tangan dan kaki kita. Lebih-lebih kalau kita suka memakai dress, kita jadi merasa kurang pede. Ternyata caranya gampang banget loh kalau kita mau bikin warna kulit siku dan lutut kita jadi sama–atau setidaknya nggak beda jauh–dengan kulit tangan dan kaki kita. Kebetulan juga adik saya masih ingat tip tersebut dan di sini saya akan membagikannya.

Berikut bahan-bahan alami yang diperlukan:

  • Jeruk lemon; ambil air perasan jeruk lemonnya saja
  • Timun; timun diparut tanpa kulitnya secukupnya
  • Kunyit; kunyit diparut secukupnya

Langkah-langkah lengkapnya, yaitu:

  1. Ambil parutan timun secukupnya, kemudian campur dengan satu sendok air perasan jeruk lemon.
  2. Lalu, campur dengan parutan kunyit secukupnya.
  3. Langkah ketiga adalah semua bahan diaduk hingga merata, kemudian oleskan pada siku dan lutut yang hitam.
  4. Diamkan selama 20 menit.
  5. Lakukan 2-3 kali dalam seminggu. Untuk kenyamanan dalam beraktivitas, bisa ditutup dengan kain atau plastik.

Gampang banget kan, teman-teman? Silahkan dicoba tipnya. Semoga tipnya berguna, ya. ^^