Budaya Berkendara yang Tak Patut Ditiru


20121110-003032.jpg

Rendah diri. Kata itulah yang tepat untuk mendeskripsikan perasaanku saat melihat beberapa pengendara motor dari arah yang berlawanan melintasi rel kereta api di Jalan Laswi. Pada Sabtu, 3 November 2012 malam lalu tatkala hendak kembali ke rumah, kebetulan mobil aku terhadang oleh kereta api yang mau melintas.

Sebuah pemandangan yang sangat tak mengenakkan pun terlihat oleh kedua mataku. Meski plang kereta api sudah ditutup, hal tersebut tak menjadi soal bagi beberapa pengendara motor. Dari arah yang berlawanan (tak ada plang penutup) satu dua pengendara lewat melintasi rel ke jalan di sebelahnya. Sungguh tak habis pikir apa sebenarnya yang ada di pikiran mereka dan apa yang hendak mereka lakukan sampai-sampai membuat mereka tak bisa sabar menunggu hingga kereta api melintas.

Kejadian serupa seringkali terjadi. Bahkan bisa dikatakan tak mengenal waktu. Aku merupakan pengguna yang setiap hari melewati Jalan Laswi. Dan sudah sering pula melihat kejadian semacam itu. Baik pagi, siang, atau pun malam. Herannya hal yang tak sepatutnya ditiru tersebut malah diikuti pula oleh pengendara motor lainnya. Alhasil kemacetan pun tak terelakkan.

Entah sejak kapan kejadian tersebut berlangsung. Lucunya yang memutar di rel kereta api bukan cuma pengendara motor, tapi juga pengendara mobil. Bisa dibayangkan bagaimana suasananya, macet dan suara klakson terdengar nyaring di setiap sisi. Padahal apalah artinya memutar di tempat yang seharusnya meski sedikit lebih jauh bila dibandingkan dengan kehilangan nyawa?

Haruskah sang penjaga rel berjaga di depan plang penutup atau menegur bila ada pengendara baik motor maupun mobil yang hendak lewat? Atau haruskah plang penutup diperpanjang hingga jalan dari kedua arah semuanya terhalang oleh plang penutup? Entahlah. Yang terpenting ialah sayangilah diri Anda. Sebab tak ada yang lebih berharga selain nyawa Anda. Berkendaralah dengan tertib demi keselamatan Anda. Bila Anda berkendara secara tertib, rugikah Anda? 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s