Pentingnya Sebuah Karakter


20121027-230417.jpg “Aku suka karakter dia di novel itu soalnya lucu, manis, baik. Pengen deh punya cewek seperti dia.” Hmm… Kira-kira seperti itulah bila kita sedang menonton sebuah film yang salah satu pemainnya memiliki karakter tersebut. Bukan begitu teman-teman? 😀 Kebanyakan para pembaca atau penonton akan berceletuk seperti di atas jika mereka sedang membaca atau menonton sebuah cerita. Terlebih jika ditanya “Kenapa kamu suka dengan cerpen, novel, film, atau sinetron itu?” atau “Judul buku atau film apa yang kamu suka?”, sebagian dari mereka akan menjawab dengan mendeskripsikan salah satu tokoh favoritnya.

Menurutku, hal tersebut dikarenakan mereka sudah jatuh hati dengan karakter tokohnya. Selain itu, di otak mereka sudah tertanam karakter tokoh yang mereka suka tersebut. Sampai-sampai mereka cenderung lebih hafal dengan karakter tokohnya ketimbang judul atau pun ceritanya. 😀

Sebuah cerita entah itu cerita pendek, novel, film, komik, maupun sinetron, di dalamnya pasti ada satu atau dua tokoh yang karakternya disukai oleh para pembaca maupun penonton. Guna mendukung isi dari suatu cerita, karakter yang kuat dan sesuai dengan cerita sangat diperlukan dan sangat penting. Meski membuat karakter kelihatannya mudah, namun nyatanya justru sebaliknya.

Membangun karakter suatu tokoh susah susah gampang. Membiarkannya agar tak keluar dari isi cerita pun sama sulitnya. Aku pun sampai sekarang masih terus belajar bagaimana membuat karakter tokoh yang apik juga menarik. Di postingan kali ini, aku akan berbagi tip membuat karakter yang diberikan Kak Primadonna Angela di #NulisYuk di twitternya. Lagi-lagi tip menulis Kak Donna sangat bermanfaat buatku.

Beberapa bulan yang lalu Kak Primadonna Angela membagi tip membuat karakter di #NulisYuk di twitternya yang telah kurangkum ke dalam 10 tip. Berikut tip-tipnya:

1. Karakter yang realistis harus memiliki kelebihan dan kekurangan. Iya, laksana manusia biasa.

2. Bagi pemula, supaya karakter konsisten, buatlah character sheet. Tulis informasi dasar serta ciri khasnya sebagai bahan referensi.

3. Bikin keunikan yang membuat sikap dan sifat karaktermu merekat di hati pembaca. Misal, hobi makan kacang goreng + terasi.

4. Sebagai wadah latihan, jadikan karakter orang yang kamu tahu sebagai tokohmu. Jujurlah, dengan kelebihan dan kekurangannya.

5. Tuliskan apa yang hendak diucapkan atau diperbuat karakter ciptaanmu. Bukan dirimu. (untuk autobiografi, silakan).

6. Karakter utama harus mampu menarik simpati. Kalau dia memiliki banyak sekali sifat negatif, beri dia keterangan yang kuat kenapa dia demikian.

7. Idealnya, tiap karakter patut memiliki justifikasi kuat mengapa sifat dan sikapnya seperti yang diuraikan.

8. Hindari mendeskripsikan karakter yang sempurna luar dalam. Rupawan, dermawan, disenangi semua. Klise.

9. Karakter unik dengan sifat bertolak belakang lebih menarik. Tampan namun bego. Pintar teori namun fobia ngobrol di depan umum, dan lain-lain.

10. Cara membuat karaktermu hidup: tempatkan dia dalam kondisi pelik, senjatai dia, tetapi tetap, beri tantangan luar biasa hebat.

Intinya: kalau perlu buat character sheet, buat sifat unik, harus ada – dan +. Beri tantangan dan senjata supaya karakter dapat berkembang. Semoga tip dari Kak Donna tersebut bisa membantu dan memberikan manfaat buat teman-teman. Tak lupa juga tak bosan aku ucapkan terima kasih Kak Donna atas tip menulisnya. ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s