Pentingnya Sebuah Karakter


54708_1
Source: http://www.teepublic.com

“Aku suka karakter dia di novel itu soalnya lucu, manis, baik. Pengin deh punya cewek seperti dia.” Hmm … Kira-kira seperti itulah kalau kita sedang menonton sebuah film yang salah satu pemainnya memiliki karakter tersebut. Bukan begitu, Teman-teman? 😀 Kebanyakan para pembaca atau penonton akan berceletuk seperti di atas jika mereka sedang membaca atau menonton sebuah cerita. Terlebih jika ditanya, “Kenapa kamu suka dengan cerpen, novel, film, atau sinetron itu?” atau “Judul buku atau film apa yang kamu suka?”, sebagian dari mereka akan menjawab dengan mendeskripsikan salah satu tokoh favoritnya.

Menurut saya, hal tersebut dikarenakan mereka sudah jatuh hati dengan karakter tokohnya. Selain itu, di otak mereka sudah tertanam karakter tokoh yang mereka suka. Sampai-sampai mereka cenderung lebih hafal dengan karakter tokohnya ketimbang judul ataupun ceritanya.

Sebuah cerita entah itu cerita pendek, novel, film, komik, maupun sinetron, di dalamnya pasti ada satu atau dua tokoh yang karakternya disukai oleh para pembaca maupun penonton. Guna mendukung isi dari suatu cerita, karakter yang kuat dan sesuai dengan cerita sangat diperlukan dan sangat penting. Meski membuat karakter kelihatannya mudah, namun nyatanya justru sebaliknya.

Membangun karakter suatu tokoh susah-susah gampang. Membiarkannya agar tak keluar dari isi cerita pun sama sulitnya. Saya pun sampai sekarang masih terus belajar bagaimana membuat karakter tokoh yang apik juga menarik. Di posting-an kali ini, saya akan berbagi tip membuat karakter yang diberikan Kak Primadonna Angela lewat tagar #NulisYuk di Twitter-nya. Lagi-lagi tip menulis Kak Donna sangat bermanfaat buat saya, dan boleh jadi buat Teman-teman juga. Kesepuluh tip tersebut antara lain:

1. Karakter yang realistis harus memiliki kelebihan dan kekurangan. Iya, laksana manusia biasa.

2. Bagi pemula, supaya karakter konsisten, buatlah character sheet. Tulis informasi dasar serta ciri khasnya sebagai bahan referensi.

3. Bikin keunikan yang membuat sikap dan sifat karaktermu merekat di hati pembaca. Misalnya, hobi makan kacang goreng + terasi.

4. Sebagai wadah latihan, jadikan karakter orang yang kamu tahu sebagai tokohmu. Jujurlah, dengan kelebihan dan kekurangannya.

5. Tuliskan apa yang hendak diucapkan atau diperbuat karakter ciptaanmu. Bukan dirimu. (untuk autobiografi, silakan).

6. Karakter utama harus mampu menarik simpati. Kalau dia memiliki banyak sekali sifat negatif, beri dia keterangan yang kuat kenapa dia demikian.

7. Idealnya, tiap karakter patut memiliki justifikasi kuat mengapa sifat dan sikapnya seperti yang diuraikan.

8. Hindari mendeskripsikan karakter yang sempurna luar dalam. Rupawan, dermawan, disenangi semua. Klise.

9. Karakter unik dengan sifat bertolak belakang lebih menarik. Tampan namun bego. Pintar teori namun fobia ngobrol di depan umum, dan lain-lain.

10. Cara membuat karaktermu hidup: tempatkan dia dalam kondisi pelik, senjatai dia, tetapi tetap, beri tantangan luar biasa hebat.

Intinya: kalau perlu buat character sheet, buat sifat unik, harus ada – dan +. Beri tantangan dan senjata supaya karakter dapat berkembang.

Semoga 10 tip dari Kak Donna di atas bisa membantu dan memberikan manfaat buat teman-teman, ya. Tak lupa juga tak bosan saya ucapkan terima kasih Kak Donna atas tip -tip menulisnya. ^_^

Iklan

Penulis: Launa

Pembaca. Peresensi Buku. Bloger Buku.

2 tanggapan untuk “Pentingnya Sebuah Karakter”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s