Tip Membuat Kalimat Pembuka (Awal Cerita)


20121105-175153.jpg

“Duh bingung. Gimana ya buat kalimat pembuka yang bagus yang bisa menarik perhatian pembaca,” ucapku. “Gini benar atau tidak ya?”

Seringkali penulis pemula berpikiran seperti itu ketika mau memulai membuat sebuah cerita. Selalu ada keraguan yang hadir dipikirannya. Terkadang karena saking bingungnya dengan terpaksa menulisnya pun ditunda. Pun dulu aku suka berpikir seperti itu jika hendak menulis sebuah cerita mau pun artikel.

Sejak aku mem-follow Kak Primadonna Angela di Twitter, aku banyak mendapat tambahan ilmu tentang menulis. Kak Donna sering berbagi tip menulis di twitternya @cinnamoncherry. Seminggu sekali setiap hari Jumat di #NulisYuk, Kak Donna selalu mengajak followersnya untuk ga cuma belajar tetapi juga latihan. Karena itulah aku senang mem-follow Twitternya.

Aku sangat bersyukur ada penulis seperti Kak Donna yang selalu rutin berbagi tip menulis di Twitter. Sebagai penulis pemula, tip-tip yang Kak Donna berikan sangat bermanfaat. Sehingga sekarang aku tahu bagaimana membuat kalimat pembuka (awal cerita) yang menarik.

Setiap Kak Donna berbagi tip di #NulisYuk, selalu aku catat agar sewaktu-waktu bisa aku baca dan pelajari kembali. Kali ini aku akan share tip membuat kalimat pembuka (awal cerita) yang menarik dari Kak Donna di Twitter. Tip ini sudah dibagikan Kak Donna sejak lama. Thank you ya Kak Donna buat tipnya. ^_^
Semoga tip dari Kak Donna ini berguna buat Scribblers semua. 🙂

Berikut tip-tipnya:

1. Kata Kak Donna, daya tarik awal cerita itu penting. Sehingga kita harus bisa merebut perhatian pembaca dari semula. Oleh karena itu kita harus mengawali cerita kita dengan sesuatu yang nendang dan menantang!
“Jangan buat pembaca bosan dengan kalimat awal yang standar. Kalimat pembuka harus membuat pembaca terpesona dan tertarik baca lanjutannya,” ucap Kak Donna.

2. Kita harus memulai cerita kita dengan aksi, kegiatan, percakapan yang membuat penasaran. Hindari kalimat pembuka klise.
Kaya gimana ya kalimat pembuka yang klise itu? Contohnya seperti ini Scribblers: Baru bangun tidur, terlambat ke sekolah, memperkenalkan dengan nama diri, beker berdering, dan lain-lain.

Kak Donna berkata, “Kalau sudah piawai, tidak apa-apa memulai dengan hal klise, justru penulis mahir akan menjungkirbalikkannya hingga menarik. Namun kalau masih pemula, latihanlah dengan menyusun aksi dan peristiwa yang membuat orang penasaran.”
“Sentil rasa ingin tahu pembaca, jungkir balikkan hal klise. Intinya, be creative! Kalau dirasa absurd, tidak masalah, kelanjutannya akan dipikirkan kemudian,” lanjutnya.

Latihan pertama: tulis kalimat pembuka yang berkaitan dengan anting-anting.
Contoh: Ketika anting hidung Tatiana copot, ia heran mendapati warna jingga enamelnya berubah menjadi biru.

Latihan kedua: bikin kalimat pembuka yang ada kata “anting-anting” dan “becak”. Be creative!
Contoh: Abang becak dengan anting hoop di telinga kiri dan kacamata hitam di dahi itu berseru: “Kamu anakku yang hilang, kan?”

“Sekarang, mari kita persulit satu tingkat lagi. Bikin kalimat pembuka yang mengandung kata: anting-anting, becak, DAN jarum,” ucap Kak Donna.

Contoh: “Masa becak yang mangkal di depan rumahku itu bertuliskan: ‘Jarum dan Anting adalah Surga Dunia’?”
Lalu kalau bingung gimana? Nah kalau bingung bagaimana mengawali cerita kita, kata Kak Donna, “Pilih beberapa kata kunci/random dan gabungkan jadi satu.”

3. Tentunya kita ingin dong cerita kita menarik dari awal sehingga membuat orang tertarik? Tapi caranya gimana ya? Tenang, soal ini pun Kak Donna berbagi kok.
Bagaimana cara menarik perhatian pembaca? Katanya, “Bikin peristiwa/dialog yang membuat pembaca penasaran.”
Contoh: adegan mengenakan jaket sebagai awal cerita.
Kak Donna pun mengajak followersnya untuk membuat dialognya dengan berkata, “Ada yang bisa beri contoh menulis adegan ini agar menarik?”

“Ritsleting jaketku copot lagi, hiiih, ini pasti gara-gara kucingku!”
“Kenapa juga aku harus pakai jaket! Kalau nggak, kan bisa pinjam jaketnya… Pak Guru.”

4. Tip keempat yang ga kalah penting adalah buat para pembaca “melihat” dan terlibat dalam cerita kita. Dengan banyak latihan, ini bisa dicapai.
“Kalau suntuk dan tidak ada ide, gimana dong? Buka-buka buku favoritmu. Belajar dari penulis kesayanganmu bagaimana memulai cerita yang OK,” ucapnya.

5. Dan tip terakhir yaitu gunakan diksi yang tepat dalam kalimat-kalimat awal, sehingga pembaca bisa tahu kira-kira cerita ini genrenya seperti apa. Konsisten, ya.
Kalau dari awal menggunakan diksi nyastra dan adiluhung, akan aneh kalau ternyata itu adalah kisah yang ditargetkan untuk anak balita.

Gimana nih tipnya, teman-teman? Pasti berguna, kan? Hehe… Tipnya mudah dimengerti, ya? 😀
Yuk sekarang giliran teman-teman nih yang bikin sebuah goresan. Happy writing! (^.^)9

Iklan

35 thoughts on “Tip Membuat Kalimat Pembuka (Awal Cerita)

  1. iyLa berkata:

    Waaahh thank’s bnget yy kak atas tips nya.. Ini sngat bermanfaat bwt aku.
    Akhir nya aku tdk kebingungan lg untuk mengerjakan tugas sekolah ku untuk mmbuat cerpen

  2. LJS♥ berkata:

    wah, terima kasih banyak! akan ku coba lagi biar makin mantap, walau masih agak bingung sih bagaimana cara buat kalimat yang rileks di baca. Thanks ya!

    • Launa Rissadia berkata:

      Kalau masih bingung, coba cari tip-tip di artikel lain dan baca buku tentang menulis. Intinya, buatlah kalimat pembukamu semenarik mungkin biar orang penasaran dengan ceritamu secara keseluruhan. 🙂
      Thanks ya udah berkunjung dan baca artikel yang aku buat. ^^

  3. Nilam berkata:

    wew… makasih bingits sama pencerahan dan tips-nya… bantu banget loh buat aku… tulisan ku kadang-kadang ternyata kurang menarik. mungkin akan menarik setelah aku ikutin nih tips….

  4. rizal el falach berkata:

    keren… membantu banget ini. makasi atas info yang mahal didapati ini. sering sering bagi tips ya, baru tertarik berat ini dengan yang namanya “menulis”. Tapi sering kebingungan mulai dari mana, mau buat puisi, banyak ga laku nya, buat cerpen, bingung inspirasinya, novel ? apalagi. maklum baru belajar nulis ini. #numpangcurhat 😀

  5. fatmawatidew berkata:

    makasih artikelnya ngebantu bgt. Buat si irul2 itu mungkin yg dia maksud paragraf pembuka dlm sebuah cerita, dan yg km tulis adlh bentuk kalimatnya, bkn paragraf. Tp ya ga tau lagi sih
    pokoknya makasih banyak ya 🙂

    • launarissadia berkata:

      Sama-sama. Makasih juga uda follow, komen, dan berkunjung ke blog aku. 🙂 Oh, postingan ini kan aku buat poinnya benar-benar seperti yang dibilang Kak Donna di Twitter. Aku ga nambahin (ga bikin contoh sendiri) karena aku sendiri masih belajar dan masih belum tahu paragraf pembuka yang benar-benar menarik itu yang kaya gimana. Jadi, daripada share yang salah makanya aku cuma ngikutin yang Kak Donna share. 😀

  6. irul 2 berkata:

    mana kata-katanya contohnya kalimat pembuka kaya gimana kata-katanya ngga ada
    anda terlalau panjang lebar dan tak punya arti gue ngga kurang tertarik kalimat panjang lebar terus intinya gitu gitu aja ngga menarik bnget sumpah

    • launarissadia berkata:

      Yakin uda baca sampai akhir? Di tip dua dan tiga ada kok contoh singkatnya. Kalau tulisan cuma satu paragraf itu namanya bukan artikel. Btw, thanks uda baca. Thanks juga buat komennya. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s