[Re-post] My Dream Job


#MyLifeAs a “writer” sangat menyenangkan namun terkadang melelahkan. Tepatnya sih sebagai freelance writer. Karena dalam perspektifku menjadi seorang freelance writer belum menjadi writer yang “seutuhnya”. Oleh sebab itu aku menggunakan tanda petik pada tulisan writer di atas.

Menjadi seorang professional writer merupakan salah satu impian terbesarku, pekerjaan impianku. Layaknya impian yang lain, menjadi seorang writer pun tak mudah. Memang kerjaannya hanya menulis sahaja, tapi menulis yang dimaksud adalah menulis yang tak hanya sekadar menulis.IMG_8038

Nah lho, bingung kan? 😀 Maksudku begini, menulis bukan cuma kegiatan seorang writer. Semua orang bisa menulis, benar kan? Bedanya, menurutku kalau seorang writer harus bisa membuat sebuah tulisan yang bagus, enak dibaca, menarik dan sesuai dengan EYD. Selain itu, pun harus bisa menulis semua jenis tulisan.

Telah banyak yang kulakukan demi merengkuh impianku. Mulai dari mengikuti sekolah menulis online di Writers Academy (sekarang berubah menjadi Sekolah Menulis Online), PlotPoint, menjadi freelance writer, dan lain-lain. Namun bagiku, semua hal tersebut belum cukup untuk memperdalam ilmuku dalam dunia penulisan. Oleh sebab itu, sampai saat ini pun aku masih terus belajar.

Saat ini aku bangga dan senang sekali bisa menjadi seorang freelance writer (lagi). Ya, ini kali kedua aku menjadi seorang freelance writer. Banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang aku peroleh selama kurang lebih empat bulan terakhir ini. Pengalaman tak mengenakkan sebagai freelance writer pun pernah kualami.

Di saat proyeknya belum mulai, banyak hal yang sangat aku rindukan. Misalnya, mencari bahan di internet, membuat outline, menunggu revisi, sampai dengan menulis di manapun dan kapanpun. Meski upah yang aku peroleh dari menulis tak seberapa bila dibandingkan dengan orang-orang yang bekerja di kantoran, apalagi seorang wirausaha, namun aku amat senang.

Kenapa? Karena menulis adalah passion-ku. Bisa ikut menyumbangkan sebuah tulisan merupakan kebanggaan tersendiri buatku. Selain bisa menuangkan pikiran dan pendapatku, juga dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Bagiku menjadi seorang freelance writer tak seperti bekerja. Malah aku menganggap pekerjaan ini sebagai sebuah latihan. Latihan memperbanyak diksi, membuat tulisan yang bagus dan enak dibaca, dan lain-lain. Di sisi lain dan yang terpenting, karena aku melakukan hal yang aku suka. Itu saja sudah cukup, bagiku.

Coba bayangkan, bila kita memiliki sebuah pekerjaan yang tak kita sukai, apa yang akan terjadi? Sudah pasti di bahu kita seolah terdapat batu besar sehingga bahu kita terasa berat. Dengan kata lain, beban yang kita pikul sangat berat. Berbeda bila kita bekerja sesuai dengan passion. Meski pendapatan yang diperoleh tak begitu banyak, tapi kepuasan dan kesenangan hati yang diperoleh tak bisa diungkapkan, juga tak bisa digantikan dengan suatu apapun. 

Aku sadar perjuanganku masih panjang. Aku bersyukur, seengganya salah satu resolusiku di tahun 2012 kemarin sudah tercapai. Alhamdulillaah…. Aku akan terus berjuang dan melakukan segala usaha yang mendekatkanku pada my dream job, agar aku bisa mencapai mimpi-mimpi besarku. Fighting! ^.^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s