[Part 2] Seminar Nasional Be Different for a Better Future


Melanjutkan postingan tiga bulan yang lalu (telat abis ya? >.<“), kali ini aku akan memberikan lanjutan summary Seminar Nasional “Be Different for a Better Future” dengan tiga speaker keren lainnya, yaitu: Bong Chandra (Motivator, Entrepreneur, Author), Adi Nugroho (Entrepreneur, Presenter, Actor), dan Perry Tristianto (Owner The Secret FO, Rumah Sosis, Kampung Baso, Tahu Lembang, De’ Ranch, Floating Market, dll). Sebelum lanjut, summary pembahasan dengan speaker I: Chandra Sundjaja (Owner Ron 88) yang singkat, padat, namun berisi bisa teman-teman baca di sini.

photoDalam sesinya, Bong Chandra berkata, “Jangan memiliki semangat ‘soda’.” Apa itu semangat ‘soda’? Semangat ‘soda’ yaitu semangat yang seperti ‘soda’. Begitu tutup minuman bersoda dibuka, soda tersebut akan mengembus keluar, namun hanya sesaat. Dan tak lama kemudian soda itu lenyap. Pengilustrasian yang sangat menarik dan nyata, menurutku. Apa yang dikatakannya tersebut amat memotivasiku dan (mungkin) juga seluruh peserta seminar. Bong Chandra mengharapkan kita untuk terus memiliki semangat yang tak pernah padam dalam setiap hal yang kita lakukan.

Ada satu quote-nya yang menurutku bagus sekali dan mengajak kita untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Quote tersebut yakni:

Jadilah fenomenal maka Anda akan mudah diingat. Tapi, jadilah bermanfaat maka Anda akan sulit dilupakan.

Bila aku disuruh memilih, tentu aku akan memilih menjadi orang yang bermanfaat. Orang yang bermanfaat sudah pasti disenangi dan dibutuhkan semua orang. Lain halnya dengan orang yang fenomenal. Kehadiran orang fenomenal belum tentu diperlukan orang lain.

Bong Chandra pun mengatakan kita boleh berpikir di luar kotak. Akan tetapi eksekusinya harus tetap di dalam kotak (masuk akal). Jangan sampai kita baru menyadari ide kita tak masuk akal setelah kita sudah berjalan jauh. Pada kesempatannya, Bong Chandra memberikan beberapa pesan untuk para peserta seminar.

Pesan-pesan tersebut adalah:
1. Untuk menjadi seorang yang berbeda:
– Jangan hanya sekadar berbeda.
– Tidak perlu mati-matian mencari yang baru, karena itu tidak ada. “Curi” proses orang lain, tapi bukan hasilnya.
– Jadi berbeda, dan dibicarakan orang.
– Berbeda tapi bukan tumbal.

Menjadi berbeda acapkali kita menjadi pionir atau tumbal,” ucapnya. Caranya supaya tidak menjadi tumbal, saingan tersebut adalah diri kita sendiri. Contoh: Kompas Gramedia ada Elex Media Komputindo, Gramedia, dan lain-lain. Karena konsumen suka coba-coba, seperti ada Alfamart ingin mencoba Indomaret. Di dunia ini tidak ada yang gratis. Diperlukan usaha keras untuk mencapai sesuatu.

Bong Chandra juga sempat berbagi mengenai perbedaan antara Plagiat dengan Copycat. Tak perlu dipungkiri, (mungkin) banyak diantara kita yang kurang memahami apa perbedaan di tengah keduanya. Tak jarang pula banyak yang menganggap plagiat serupa dengan copycat. Namun buktinya keduanya memiliki pengertian yang serupa tapi tak sama.

Bila plagiat berarti amati, tiru, persis (ATP). Lain halnya dengan copycat. Copycat yakni meniru prosesnya bukan hasilnya. Jadi dapat disimpulkan, bila terdapat suatu karya — umpamanya tulisan — yang isinya sama persis dan hanya diubah sedikit kata-kata maupun kalimatnya, boleh jadi tulisan tersebut adalah plagiat.

Sesi Bong Chandra ditutup dengan sesi tanya jawab. Berikut pertanyaan beserta jawabannya:
1. Bagaimana cara fokus di banyak bidang atau bisnis?
– Menemukan orang / partner yang tepat. Caranya untuk orang tersebut mau menjadi partner kita yaitu dengan menjual mimpi dan visi kita.
– Perlu percaya pada orang lain. Bila kita tak bisa percaya pada orang lain, bagaimana orang lain mau percaya pada kita?

2. Apa maksud dari pernyataan “Berubah itu berisiko, tapi jauh lebih berisiko bila tidak berubah” di buku “The Science of Luck“?
Contoh, Kodak. Kodak bisa bangkrut karena Kodak tidak berubah. Kodak kalah dengan kemunculan kamera digital.

3. Gimana caranya building trust?
– Investasi kepercayaan
Contohnya, dengan membuat buku.
– Investasi hubungan
Tidak bicara mengenai untung ataupun rugi.

4. Cara memperbaiki risiko tidak dibayar oleh klien?
– Pilih konsumen / perusahaan yang besar
– Membuat turn of payment yang jelas (tata cara pembayaran yang jelas)

5. Ketakutan utama Bong Chandra sebagai motivator & bagaimana mengatasinya?
– Ketika sudah tidak belajar lagi dan tidak mendapat pembelajaran.
– Ketika memberikan pembelajaran tapi peserta tidak memperoleh manfaat.

Speaker ketiga yang berbagi pengalaman dalam seminar ini ialah Adi Nugroho (Entrepreneur, Presenter, dan Actor). Menurutnya, yang terlebih dulu diperlukan untuk membuat sebuah bisnis yaitu membuat sistemnya. Dan dalam mempertahankan kualitas produknya, Adi Nugroho berkata, “Harus unik dan one step ahead.” Dalam kesempatannya, Ia pun berbagi sedikit tentang tip suksesnya. Tip tersebut yaitu berani untuk mencoba, berani untuk gagal, dan bisnis itu bisa berkembang. Bisnis itu tidak cuma satu. Tokoh yang menginspirasi dirinya adalah Bob Sadino.

Speaker terakhir yaitu Perry Tristianto (Owner The Secret FO, The Summit FO, Formen, Rumah Sosis, Kampung Baso, Tahu Lembang, De’ Ranch, Floating Market, dan lain-lain). Dalam sesi tanya jawab, Perry Tristianto mengatakan bahwa dalam mencari orang untuk diajak ber-partner, kita harus ketemu orang yang bisa memiliki visi yang sama. Jangan mengharapkan orang besar menolong kita. Karakter kreatif kita pun bisa dimunculkan. Menurutnya, cara menimbulkan karakter kreatif yakni dengan belajar dan ‘main’ yang banyak. ‘Main’ di sini maksudnya bukan sekadar main, tapi sambil mengamati juga memperbanyak network.

Dalam berbisnis kita pun harus bisa percaya pada orang lain. Cara memunculkan kepercayaan pada orang yaitu dengan mengatakan hak dan kewajiban dari owner dan karyawan. Sehingga masing-masing akan tahu apa saja hak serta kewajibannya. Banyak sekali insight yang kuperoleh setelah mengikuti seminar ini. Sangat menyenangkan bisa menghadiri seminar semacam ini. Lebih-lebih bila pembicaranya adalah orang yang kukagumi. 😀 Semoga ulasan singkat ini bermanfaat pula bagi teman-teman. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s