Haters itu ‘Teman Kritik’mu Bukan Pembencimu


Saat ini aku lagi baca buku terbaru karya Primadonna Angela berjudul “(Jurnal) Menulis Cara Gue”review buku ini akan aku bahas di postingan berikutnya di blog bukuku ya. 😀 Sewaktu lagi baca salah satu gagasan kreatifnya tentang menulis yang ada di buku ini, tetiba munculah ide untuk membuat postingan ini. Gagasan kreatifnya tersebut berbunyi:
image

Ketika membacanya, sejenak aku berpikir dan menyimpulkan bahwa gagasan tersebut tak hanya berlaku bagi satu bidang saja, tetapi semua bidang. Dalam bidang apapun kita berkarya, dalam bentuk apapun karya kita, pasti akan selalu ada ‘teman kritik‘ kita yang tak suka dengan karya kita. ‘Teman kritik’ tersebut sering kita kenal sebagai haters. Dalam bentuk apapun karya kita, misal penyanyi merilis single dan atau album, penulis menerbitkan buku, penulis yang kemudian menjadi penyanyi, dan lain-lain tentu akan ada orang yang suka dan tidak suka dengan karya ataupun hal yang kita lakukan.

Namun, seperti yang dikatakan Primadonna Angela bahwa yang dibenci haters adalah karya kita, bukan diri kita. Menurutku, haters membenci kita bisa jadi karena beberapa hal, yaitu mereka iri dengan diri atau karya kita, mereka pengin punya karya seperti yang kita punya, namun tak bisa atau tak mau mencoba berusaha untuk menghasilkannya, tak terpenuhinya harapan mereka atas karya kita, dan masih banyak kemungkinan-kemungkinan lainnya sehingga tak ada alasan bagi mereka untuk membenci kita, terlebih bila mereka sama sekali tak mengenal kita.

Lain halnya bila mereka mengenal diri kita. Mereka membenci kita boleh jadi karena kejadian masa lampau yang pernah terjadi di antara kita dan mereka, sikap kita yang sadar maupun tidak sadar telah menyakitinya sehingga menimbulkan kebencian, dan lain-lain. Bila ada seseorang yang tak suka dengan karya kita, jangan berbalik membencinya sebab belum tentu yang mereka benci itu diri kita.

Aku sendiri menganggap haters sebagai salah satu ‘teman kritik’ yang paling baik karena sebagian kritikan yang mereka keluarkan pasti ada yang masuk akal dan (mungkin) dapat membantu kita untuk introspeksi diri menjadi lebih baik lagi. Tentunya kritikan yang beralasan dan masuk akal ya, bukan asal kritik tanpa tahu asal-usulnya (yang benarnya seperti apa). Kalau ada yang mengkritik kita tanpa tahu asal-usulnya, mana tahu ada sebab lain yang membuat dia membencimu, hehehe… Wah engga kerasa sudah siang. Sudah dulu deh nge-random thought-nya  #apeu. Takutnya kalau diterusin jadi makin panjang, terus nanti kalian pada bosan dan kabur lagi hahaha. Yuk ah kita sama-sama introspeksi diri buat jadi lebih baik lagi. Thanks for reading, guys! :- D

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s