[Una’s Journal] Revolusi Diri


1451536987263

Tidak terasa tahun 2016 telah berlalu. Satu tahun yang cukup melelahkan dan tentu saja berkesan sekaligus menyenangkan buat saya. Dalam posting-an pertama tahun ini, saya mau sedikit bercerita tentang Revolusi Diri 2016 yang pernah saya bikin akhir tahun 2015 lalu bersama beberapa teman di Komunitas Pecandu Buku. Gambar di atas adalah 10 revolusi diri tersebut; di luar lima revolusi tambahan yang saya sebutkan di caption Instagram. Sebagian besar tidak terealisasi, dan ada yang terealisasi hanya setengah, ada pula yang benar-benar terwujud. Oke tanpa berlama-lama, saya akan me-review-nya satu per satu.

  1. Lagi-lagi belum terealisasi karena saya masih terjebak dalam kemalasan dan kebingungan. Duh. *toyor kepala sendiri*
  2. Belum terwujud. Ini merupakan hal yang mau tidak mau harus kami tunda dulu karena sedikitnya waktu yang kami miliki dan tema yang memerlukan cukup banyak keseriusan. Meskipun sebetulnya saat itu sedang kami kerjakan.
  3. Gagal karena satu dan lain hal.
  4. Alhamdulillaah dua posisi tersebut terealisasi.
  5. Dibilang gagal juga tidak karena tahun kemarin saya menulis beberapa puisi (bisa dicari dengan hashtag #CoretanUna di Instagram) meski tidak rutin setiap minggu.
  6. Ah, ini. Ini mungkin salah satu revolusi yang entah kapan bakal terealisasi. Kenapa? Karena saya adalah tipe perempuan yang tidak mudah jatuh hati pada seseorang. Kemarin saya sempat jatuh hati, namun sepertinya tidak sepenuhnya jatuh sehingga revolusi keenam ini tidak berhasil saya coret.
  7. Tidak berhasil dikarenakan waktu membaca yang sedikit.
  8. Hmm … lagi-lagi gagal. Rahasia Sang Ibu Negara adalah buku yang sudah dua tahun belum selesai saya baca karena membosankan. Mengingat utang review yang mesti saya berikan, tahun ini saya berencana akan menamatkannya.
  9. Bisa dibilang terealisasi setengah meski waktunya tidak tentu.
  10. Tidak berhasil karena saya selalu bingung mau menulis apa. Klise, ya? *toyor kepala sendiri*

Kelima revolusi tambahan lainnya pun hanya setengah berjalan. Ya, begitulah hasil dari revolusi diri saya tahun lalu. Sejak bulan November 2016 saya merenungi banyak hal dan menyadari sesuatu terkait diri saya sendiri. Ternyata saya merasa tidak cocok dan kurang bebas melakukan sesuatu hal bila berpatokan dengan banyak target dalam setahun. Jujur, setelah dijalani ternyata cukup memberi beban pada diri saya. Semakin mendekati akhir tahun, saya malah lelah dan terbebani. Pun saya merasa dengan menyusun revolusi diri seperti itu justru membuat saya terbatasi dan tidak enjoy dalam melakukan segala hal. Karena itu, tahun ini saya tidak membuat revolusi diri lagi. Saya memilih untuk menjadi diri saya beberapa tahun lalu yang ketika melakukan target-target kecil setiap harinya dan berhasil, saya menikmatinya dan tanpa beban sama sekali. Target besar tetap ada dan hanya satu-dua. Tahun ini yang jelas saya ingin melakukan segala sesuatunya dari hati, dengan enjoy, dan tidak terbebani oleh hukuman atau apa pun. Karena menurut saya hukuman hanya akan membuat seseorang, khususnya saya, merasa terpaksa mengerjakan hal yang mau dikerjakan. Untuk hukuman tahun lalu, biarlah itu menjadi urusan saya sendiri. Selamat tahun baru 2017. Semoga segala harapan bisa terwujud dan kebahagiaan mendatangimu selalu. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s