[Movie Review] Only Yesterday (1991)


“Hujan atau mendung atau cerah yang mana yang kau suka?” – Hirota

“Suka atau tidak, sebelum menjadi kupu-kupu, pertama-tama harus jadi ulat dulu sebelum dapat terbang tinggi.” – Taeko

“Boleh jadi diriku yang kelas 5 SD yang selama ini mengikuti membawa sebuah pesan padaku untuk berkaca dan menata kembali hidupku.” – Taeko

“Hidupku tidak bergantung dengan pekerjaan tapi aku juga tidak membencinya.” – Taeko

“Wanita tidak pernah memahami perasaan laki-laki.” – Toshio

Only Yesterday (Omoide Poro Poro) adalah film drama animasi Jepang yang dirilis pada 20 Juli 1991 yang ditulis dan disutradarai oleh Isao Takahata berdasarkan manga dengan judul yang sama karya Hotaru Okamoto dan Yuko Tone. Film berdurasi dua jam ini bercerita tentang seorang wanita pekerja kantoran berusia 27 tahun bernama Okajima Taeko yang mengambil cuti 10 hari untuk berlibur ke Yamagata; sebuah desa yang pernah dikunjunginya sewaktu masih kecil. Di sana ia merasa bahagia dan merasa seperti berada di rumahnya sendiri. Selama perjalanannya ia bernostalgia dengan kenangan masa kecilnya sewaktu tinggal di Tokyo, khususnya kenangan di rumah dan saat duduk di bangku 5 SD. Kenangan-kenangan yang menurut saya paling membekas bagi Taeko. Kenangan yang bisa membuatnya kembali berpikir mengenai hidupnya.

Ada adegan yang akan membuat kita berpikir bahwa apa yang terlihat tidak selalu seperti apa yang kita pikirkan atau bayangkan sebelumnya. Untuk itu kita harus bisa menerimanya. Suka ataupun tidak suka. Selain itu, film ini mengajarkan kita untuk bersyukur atas apa pun yang kita dapat dan punya. Secara garis besar, film ini mengangkat tema seputar kehidupan pertanian di desa, keluarga, pertemanan, cinta masa kecil, dan soal jodoh. Inti yang saya tangkap dari cerita ini adalah perlunya mengikuti suara hati. Karena hatilah yang betul-betul tahu apa yang kita inginkan.

Ada dua adegan yang saya suka. Pertama, ketika Hirota pertama kalinya berbincang singkat dengan Taeko sehabis pertandingan baseball antar kelas. Adegan tersebut terjadi saat mereka masih duduk di kelas 5 SD. Adegan ini tanpa sadar membuat saya tersenyum simpul. Mengingatkan saya pada masa-masa di mana pertama kalinya tertarik pada lawan jenis. Perasaan seperti apa yang timbul ketika mengobrol dengan orang yang menyukai kita, bagaimana perasaan kita ketika tahu ada seseorang yang tertarik pada kita, dan lain-lain. Kedua yaitu ketika Taeko sedang bersama-sama dengan Toshio. Saya suka sekali setiap adegannya. Dari adegan-adegan tersebut terlihat jelas bahwa Taeko bisa menjadi dirinya sendiri saat bersama dengan Toshio. Ia tidak ragu untuk bercerita mengenai segala hal pada Toshio. Duh, Toshio. β™₯

Selama menonton film ini serasa menonton diri sendiri. Karena tokoh bernama Taeko ini mirip seperti saya yang suka pilih-pilih makanan, haha. Tidak semua makanan pas dengan lidah saya. Karena itu, saya suka berpikir lebih baik makan makanan yang sudah pernah dimakan saja daripada ada sisa, terlebih tidak dimakan. *lah curcol* Oke skip. Film ini mampu membawa saya pada kenangan masa lalu. Pun membuat saya menjadi tahu proses pembuatan pemerah pipi dari bunga Safflower.

Tema yang diangkat memang sederhana, tetapi mampu membuat kita memikir sepanjang film berlangsung. Only Yesterday menjadi film animasi favorit saya setelah Kimi no Na Wa, Hotarubi no Mori e, dan lima film animasi Jepang lainnya. Only Yesterday adalah film animasi Jepang yang bagus dan menarik yang wajib ditonton bagi kamu yang menyukai anime dengan tema sederhana, namun dalam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s