Merindukanmu

image

Sebulan sudah kau pergi meninggalkan kami, Sahabatku. Tak ada lagi tawa. Tak ada lagi canda. Tak ada lagi komentar ‘gila’. Tak ada lagi pesan maupun perhatian darimu. Tak ada lagi hal-hal lucu dan ‘gila’ yang biasanya kau lakukan pada kami. Sungguh berat rasanya menjalani ini semua. Semenjak kepergianmu semua rencana GG seakan lenyap begitu saja. Hingga kini pun aku masih merasa belum menjadi sahabat baik buatmu. Meski sudah berkali-kali aku (mungkin) tanpa sengaja menyakiti hatimu dengan sikapku, tapi kau begitu sabar dan mengerti akan suasana hatiku; yang kadangkala tak menentu. Kau sama sekali seperti tidak tersakiti akan sikapku yang jelek itu. Betapa sedihnya aku tidak mendapat kesempatan untuk menjadi sahabat baikmu. Betapa sedihnya aku tidak diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang dulu pernah kulakukan padamu.
Kau tahu, di sini kami semua merindukanmu. Rindu segala hal yang ada dalam dirimu. Tak ada lagi ‘hiburan gratis’ yang bisa kami nikmati bersama. Tak ada lagi lelucon yang menjadi ‘makanan’ kami sehari-hari. Tak ada lagi yang mengomentari foto-foto aneh yang kupakai sebagai display picture bbm-ku. Tak ada lagi yang menanyakan pendapat-pendapatku tentang baju. Bahkan kau pernah mengatakan bahwa aku adalah penata gayamu. Dan aku tak akan pernah melupakan saat kau mengatakan hal itu. Sungguh suatu kesenangan bisa memberikan saran untuk baju yang akan kau kenakan. Kini segalanya menjadi sunyi. Laksana taman hiburan yang dipadati pengunjung, yang seketika menjadi sepi saat bulan mengganti posisi mentari.
Kami tahu, sekarang kau pasti sudah bahagia di sana. Di tempat yang pasti lebih indah dibandingkan di sini. Meski kau telah pergi lebih dulu daripada kami, tapi kau selalu ada di hati. Kami akan selalu ingat saat-saat di mana GG bersama denganmu. Momen-momen berharga dan kebersamaan yang sudah kami habiskan bersamamu, hingga hari terakhir bertemu denganmu. Karena bagi kami kebersamaan GG adalah berharga dan tak tergantikan. Kenangan indah bersamamu akan selalu tersimpan di hati kami. We miss you, and we love you so much, Nop… You’ll always be in our hearts. #GGForever

Haters itu ‘Teman Kritik’mu Bukan Pembencimu

Saat ini aku lagi baca buku terbaru karya Primadonna Angela berjudul “(Jurnal) Menulis Cara Gue”review buku ini akan aku bahas di postingan berikutnya di blog bukuku ya. 😀 Sewaktu lagi baca salah satu gagasan kreatifnya tentang menulis yang ada di buku ini, tetiba munculah ide untuk membuat postingan ini. Gagasan kreatifnya tersebut berbunyi:
image

Ketika membacanya, sejenak aku berpikir dan menyimpulkan bahwa gagasan tersebut tak hanya berlaku bagi satu bidang saja, tetapi semua bidang. Dalam bidang apapun kita berkarya, dalam bentuk apapun karya kita, pasti akan selalu ada ‘teman kritik‘ kita yang tak suka dengan karya kita. ‘Teman kritik’ tersebut sering kita kenal sebagai haters. Dalam bentuk apapun karya kita, misal penyanyi merilis single dan atau album, penulis menerbitkan buku, penulis yang kemudian menjadi penyanyi, dan lain-lain tentu akan ada orang yang suka dan tidak suka dengan karya ataupun hal yang kita lakukan.

Baca lebih lanjut

[Part 2] Seminar Nasional Be Different for a Better Future

Melanjutkan postingan tiga bulan yang lalu (telat abis ya? >.<“), kali ini aku akan memberikan lanjutan summary Seminar Nasional “Be Different for a Better Future” dengan tiga speaker keren lainnya, yaitu: Bong Chandra (Motivator, Entrepreneur, Author), Adi Nugroho (Entrepreneur, Presenter, Actor), dan Perry Tristianto (Owner The Secret FO, Rumah Sosis, Kampung Baso, Tahu Lembang, De’ Ranch, Floating Market, dll). Sebelum lanjut, summary pembahasan dengan speaker I: Chandra Sundjaja (Owner Ron 88) yang singkat, padat, namun berisi bisa teman-teman baca di sini.

photoDalam sesinya, Bong Chandra berkata, “Jangan memiliki semangat ‘soda’.” Apa itu semangat ‘soda’? Semangat ‘soda’ yaitu semangat yang seperti ‘soda’. Begitu tutup minuman bersoda dibuka, soda tersebut akan mengembus keluar, namun hanya sesaat. Dan tak lama kemudian soda itu lenyap. Pengilustrasian yang sangat menarik dan nyata, menurutku. Apa yang dikatakannya tersebut amat memotivasiku dan (mungkin) juga seluruh peserta seminar. Bong Chandra mengharapkan kita untuk terus memiliki semangat yang tak pernah padam dalam setiap hal yang kita lakukan.

Baca lebih lanjut